Saudaraku yang aku cintai, tentu dalam perjalanan karier anda tidak selalu bertemu dengan track yang lurus-lurus saja. kadangkala ada liku-liku dan diantaranya ada yang samar antara yang “putih” dan yang “hitam”. Ketika kita bertemu dengan perkara yang “hitam” mungkin sebagian diantara kita dapat dengan mudah memutuskan sikap apa yang dilakukan, karena adanya conviction beliefs pada diri masing-masing. Akan tetapi rupanya jauh lebih sulit menentukan sikap ketika yang kita hadapi adalah perkara yang samar atau dalam bahasa kantor kita sebut wilayah abu-abu.
Bagaimana kita menyikapinya, kita dapat merujuk pada riwayat yang satu ini:
-
Diriwayatkan dari Nukman bin Basyir r.a. katanya: “Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, -sambil Nukman memegang kedua belah telinganya- : “Sesungguhnya perkara halal itu jelas dan perkara haram itupun jelas. Dimana diantara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat yang tidak diketahui oleh orang banyak. Oleh karena itu, siapa menjaga diri dari perkara syubhat, dia telah bebas (dari kecaman) untuk agamanya dan kehormatannya, dan siapa yang terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar kawasan larangan, maka kemungkinan besar binatangnya kan memasuki kawasan tersebut. Ingatlah! Sesungguhnya setiap penguasa, memiliki daerah terlarang. Ingatlah sesungguhnya daerah yang terlarang milik Allah adalah apa saja yang diharammkanNYA. Ingatlah!Sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya, tidak lain dan tidak bukan itulah Hati .” ” (HR. BUKHARI-MUSLIM)
Demikian riwayat ini mencakup segala aspek termasuk dalam karier kita. Wahai saudaraku, renungkanlah dan mari kita laksanakan, lalu perhatikan apa yang akan terjadi!
Leave a Comment
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI





